Kata sejahtera amatlah riskan bagi semua umat manusia terutama di Indonesia ini. Betapa tidak kehidupan bagi warga/masyarakat/rakyat yang orang tua/keluarga/kerabat tidak memiliki finansial yang kuat. Terlebih pemerintah yang selalu bimbang untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat dan tidak selalu memotivasi untuk produktif . Apalagi orang-orang asing mudah diterima di negera ini dalam melalukan ekspansi bisnis usahanya dan merauk keuntungan dari kekayaan bumi Indonesia.
Dari pengalaman saya bekerja di sebuah perusahaan dan share beberapa kenalan menurut saya semua perusahaan memberikan kesejahteraan kepada pegawainya, namun mungkin tidak keseluruhan. Dalam artian mungkin kesejahteraan hanya bagi segelintir orang di perusahaan itu yang mungkin mempunyai kekuasaan, peraturan tersendiri atau lainnya.
Mengapa seperti itu? Bisa jadi kemampuan perusahaan yang disimboli atau dipegang oleh seorang direktur/owner hanya dapat memberikan kesejahteraan berupa gaji, tunjangan dan lain-lain sesuai standar yang berlaku atau mungkin di bawah itu.
Mengapa kesejahteraan tidak ke semua pegawai/karyawan?
Jumat, 16 November 2012
Senin, 15 Oktober 2012
Sebuah Produktifitas : Mahal dan sulit untuk melakukannya!!
Dalam menjalani hidup ini terlebih lagi dengan himpitan kebutuhan hidup yang semakin meningkat apalagi ditambah dengan penawaran dari berbagai produsen yang tengah bersaing dalam lini produk-produknya membuat arti hidup bisa dikatakan berubah dari waktu ke waktu. Arti hidup bagi setiap orang pasti berbeda-beda,
Permasalahan yang ingin saya ketengahkan saat ini adalah mengenai minimum level dari produktifitas orang-orang di negara Indonesia. Berdasarkan fenomena yang terjadi di negara kita seperti kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, demo, tawuran dan lainnya bisa jadi faktor yang memotivasi ke arah tersebut adalah kurangnya kecenderungan mereka semua (termasuk kita) untuk menghasilkan sesuatu yang mungkin bermanfaat bagi orang lain ataupun diri kita sendiri. Dalam artian orang-orang di negara lain menghabiskan dan menjalani waktunya untuk berfikir dan membuat sesuatu yang mungkin akan membuat hidupnya lebih baik lagi. Membuat sebuah karya atau sebuah ide di negara kita sangatlah minim.
Permasalahan yang ingin saya ketengahkan saat ini adalah mengenai minimum level dari produktifitas orang-orang di negara Indonesia. Berdasarkan fenomena yang terjadi di negara kita seperti kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, demo, tawuran dan lainnya bisa jadi faktor yang memotivasi ke arah tersebut adalah kurangnya kecenderungan mereka semua (termasuk kita) untuk menghasilkan sesuatu yang mungkin bermanfaat bagi orang lain ataupun diri kita sendiri. Dalam artian orang-orang di negara lain menghabiskan dan menjalani waktunya untuk berfikir dan membuat sesuatu yang mungkin akan membuat hidupnya lebih baik lagi. Membuat sebuah karya atau sebuah ide di negara kita sangatlah minim.
Rabu, 10 Oktober 2012
Disewakan tempat untuk usaha
Disewakan tempat untuk usaha dan lainnya di daerah Rawa Badak Utara Tanjung Priok Jakarta Utara, kondisi tempat bagus & ramai.
Ukuran 2,2 x 2,2 M
Harga Rp 6.000.000/tahun
Info : 083872691672
Ukuran 2,2 x 2,2 M
Harga Rp 6.000.000/tahun
Info : 083872691672
Senin, 08 Oktober 2012
Jika Semua yang Berdemo Bersatu...
Banyak sekali orang-orang yang berdemo, menentang sesuatu yang menurut mereka tidak seharusnya terjadi. Mereka yang berdemo, menggalang teman-teman yang bernasib sama menuntut sesuatu yang menjadi hak mereka.
Seperti yang terjadi pada bulan Oktober 2012, para buruh melakukan demo juga mogok nasional menuntut perbaikan tentang ketenagakerjaan di Indonesia. Yang mereka inginkan adalah
1. Hapuskan Outsourching
2. Tolak upah murah
3. Jaminan kesehatan
Inilah permasalahan yang sudah mengakar dari dahulu. Saya tahu dan mungkin semua sudah tahu bahwa kesejahteraan adalah hal pokok dalam hidup kita dan banyak jalan yang harus ditempuh untuk menuju ke sana. Intinya tidak saja menjadi pekerja di suatu tempat/perusahaan terus mendapat upah. Tidak hanya itu!.
Yang ingin saya bicarakan adalah jika semua para pendemo mau bersatu dan berpikir dalam artian semua saling bahu membahu untuk memajukan diri dan kesejahteraan kehidupan mereka, ya mari buat sebuah perubahan. Perubahan untuk menuju ke arah yang lebih baik. Perubahan apa dan yang bagaimana?
Inti dari semua adalah ekonomi dan sistemnya. Menurut saya akan sangat bijak jika para pendemo memulai ekonomi berikut sistemnya dengan ekonomi mandiri. Tidak tersangkut paut dengan ekonomi yang sudah ada. Dengan artian para pendemo membangun ekonomi mandiri yang pro rakyat.
Saya berpikir bahwa dari sekian banyak orang yang berdemo, terdapat di antara mereka yang mempunyai pengetahuan, sifat kepemimpinan, pendanaan dan lain sebagainya. Jika semua yang mereka miliki dihubungkan dan dipertemukan satu dengan yang lainnya bisa-bisa ekonomi yang mereka bangun dapat segera merobohkan ekonomi yang sudah ada saat ini.
Sekian.. Wallahu a'lamu bisshowwab.
Seperti yang terjadi pada bulan Oktober 2012, para buruh melakukan demo juga mogok nasional menuntut perbaikan tentang ketenagakerjaan di Indonesia. Yang mereka inginkan adalah
1. Hapuskan Outsourching
2. Tolak upah murah
3. Jaminan kesehatan
Inilah permasalahan yang sudah mengakar dari dahulu. Saya tahu dan mungkin semua sudah tahu bahwa kesejahteraan adalah hal pokok dalam hidup kita dan banyak jalan yang harus ditempuh untuk menuju ke sana. Intinya tidak saja menjadi pekerja di suatu tempat/perusahaan terus mendapat upah. Tidak hanya itu!.
Yang ingin saya bicarakan adalah jika semua para pendemo mau bersatu dan berpikir dalam artian semua saling bahu membahu untuk memajukan diri dan kesejahteraan kehidupan mereka, ya mari buat sebuah perubahan. Perubahan untuk menuju ke arah yang lebih baik. Perubahan apa dan yang bagaimana?
Inti dari semua adalah ekonomi dan sistemnya. Menurut saya akan sangat bijak jika para pendemo memulai ekonomi berikut sistemnya dengan ekonomi mandiri. Tidak tersangkut paut dengan ekonomi yang sudah ada. Dengan artian para pendemo membangun ekonomi mandiri yang pro rakyat.
Saya berpikir bahwa dari sekian banyak orang yang berdemo, terdapat di antara mereka yang mempunyai pengetahuan, sifat kepemimpinan, pendanaan dan lain sebagainya. Jika semua yang mereka miliki dihubungkan dan dipertemukan satu dengan yang lainnya bisa-bisa ekonomi yang mereka bangun dapat segera merobohkan ekonomi yang sudah ada saat ini.
Sekian.. Wallahu a'lamu bisshowwab.
Langganan:
Postingan (Atom)




